WISATA BATAM

Ternyata Cogan Punya Nilai Sejarah pada Kerajaan Johor Riau Zaman Dulu

Cogan jadi salah satu alat kebesaran atau regalia yang pernah dimiliki oleh Kerajaan Johor, Riau, Lingga, dan Pahang

Editor: filemon halawa
TRIBUN BATAM / MUHAMMAD ILHAM
Bentuk replika Cogan di Khazanah Riau Lingga, Museum Batam Raja Ali Haji, Dataran Engku Putri, Batam Center, Kepulauan Riau, Minggu (31/1/2021) 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Cogan jadi salah satu alat kebesaran atau regalia yang pernah dimiliki oleh Kerajaan Johor, Riau, Lingga, dan Pahang.

Namun tahukah, alat kebesaran ini dianggap sangat penting dalam upacara penabalan seorang sultan. Bahkan, sebuah cogan mampu melambangkan legitimasi suatu periode kesultanan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardwinata mengatakan, Melayu memiliki cerita sejarah yang menarik untuk dipelajari.

Baca juga: Paling Seru dan Nyaman, 5 Tempat Nongkrong di Batam Direkomendasikan

Salah satunya tentang cogan, yang merupakan alat kebesaran Kerajaan Johor, Riau, Lingga, dan Pahang. Ardi mengajak para generasi muda mengenal peninggalan budaya.

"Cogan itu adalah regalia, regalia itukan alat-alat kebesaran kerajaan, yang megang regalia Cogan adalah Engku Hamidah merupakan anak sultan, dan yang megang Cogan itulah penabalan raja, apabila Cogan dikeluarkan dan ditabalkan itulah yang menjadi sultan. Keluarnya tak sembarangan, " katanya Ardi kepada Tribunbatam.id, di Muesum Batam Raja Ali Haji, Dataran Engku Putri, Minggu (31/01/2021)

Menurutnya, mungkin regalia berupa cogan jarang didengar, namun tak ada salahnya kembali mengingatkan tentang sejarah Cogan kepada generasi milenial Kota Batam,

Di Kota Batam, terdapat replika cogan, tepatnya di halaman luar Museum Batam Raja Ali Haji. masyarakat dapat melihatnya dan mengabadikan lewat kamera smartphone.

Baca juga: Mau Tampil Lebih Percaya Diri, Sport Station Batam Sediakan Sepatu yang Kamu Mau

Pihaknya akan senantiasa menjunjung tinggi kebudayaan Melayu dengan mengenalkan, merawat warisan budaya di tanah bumi Melayu.

Tak hanya itu kini informasi tentang cogan bisa didapatkan di Museum Batam Raja Ali Haji yang berlokasi di Dataran Engku Putri, Batam Centre. Pengunjung dapat melihat replika cogan pada khazanah Kerajaan Riau Lingga.

"Bagi adik-adik yang ingin mengetahui tentang Budaya Melayu bisa mengunjungi Kantor Disbudpar Kota Batam atau bisa berkunjung ke Museum Batam Raja Ali Haji," terangnya.

Cogan menyandang peran sebagai alat kebesaran Kerajaan Johor, Riau, Lingga, dan Pahang, cogan memang punya posisi tersendiri bagi bangsa Melayu. Perannya cukup strategis, karena menjadi simbol kebesaran sekaligus kepemimpinan seorang sultan di masa itu.

Tak heran jika kemudian cogan dibuatkan replikanya, yang berdiri megah di depan Museum Batam Raja Ali Haji di sudut Dataran Engku Putri, Batam Canter. Replika itu menjulang dengan tinggi bangunan tiga meter dan lebar 1,5 meter.

Baca juga: Toko Kue e-brownies Batam Sediakan Kebutuhan Paket Tahun Baru Imlek 2021

Sebenarnya, cogan yang asli terbuat dari perpaduan emas dan perak yang bertahtakan permata mirah. Bagian utamanya berupa lempengan emas yang menyerupai daun sirih, yang berhiaskan enskripsi berbahasa Melayu, tulisannya menggunakan huruf Arab Melayu.

Menurut Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Muhammad Zen, cogan berfungsi jadi alat kebesaran raja, dan simbol legitimasi seorang sultan.

Engku Puteri Raja Hamidah sebagai pemegang regalia Kerajaan Johor, Riau, Lingga, dan Pahang, kedudukannya cukup penting dalam kerajaan besar tersebut.

"Beliau Putri Raja Haji Fisabilillah, Yang Dipertuan Muda Riau ke-4. Engku Puteri adalah permaisuri Sultan Mahmud Riayat Syah III, Sultan Johor, Riau, Lingga, dan Pahang.

Baca juga: Rujak Khas Batam Justru Enak Dimakan Saat Cuaca Panas

Kedudukan Engku Puteri Raja Hamidah amat penting dalam kerajaan itu. Karena kepadanyalah, diamanahkan oleh Sultan Mahmud Riayat Syah alat-alat kebesaran regalia Kerajaan Johor, Riau, Lingga, dan Pahang," katanya.

Berfungsi sebagai simbol legitimasi dalam Kerajaan Johor, Riau, Lingga, dan Pahang, dalam setiap penabalan atau pelantikan atau pengangkatan seorang sultan, juga harus memenuhi syarat yakni disertai dengan alat-alat kebesaran. Salah satunya Cogan.

"Istilahnya, merebut regalia berarti merebut kerajaan, pemerintahan, atau kekuasaan. Dan mengembalikan regalia berarti mengembalikan kerajaan dan pemerintahan yang berdaulat kepada pengganti Sultan yang dipilih," terangnya. 

Secara garis besar, isi keseluruhan teks dalam cogan ini dapat dibagi menjadi tiga bagian. Pertama, bagian pembuka yang berbunyikan seruan dan pujian kepada Allah.

Baca juga: Taman Gurindam 12 di Tanjungpinang Begitu Indah, Cocok Tempat WIsata Buat Keluarga

Kedua, berisikan silsilah atau asal usul raja-raja Melayu dan kebesaran dan keagungan daulatnya di dalam tanah Melayu. Bagian, ketiga penutup yang berisikan doa dan puji-pujian kepada Allah, Tuhan Seru Sekalian Alam.

"Juga Menjelaskan tentang silsilah Raja-Raja Melayu yang berasal dari Bukit Siguntang, Sumatera Selatan dan berpunca dari Sultan Iskandar Zulkarnain," jelasnya.

Kemudian ia menceritakan, pentingnya kedudukan cogan antara lain terlihat dalam peristiwa perebutan tahta antara Tengku Husin yang dibela Inggris dan seterunya, Tengku Abdul Rahman yang didukung Belanda pada tahun 1819 sampai 1822.

Kedudukan legitimasi seorang sultan yang telah mendorong pihak penjajah Belanda merebutnya dari tangan Engku Putri Raja Hamidah pada bulan Oktober 1822.

Sejak tahun 1913, cogan dan sejumlah benda lainnya yang pernah menjadi regalia Kerajaan Johor, Riau, Lingga, dan Pahang,

telah menjadi koleksi Museum Bataviaasch Genootschap Van Kunsten En Wetenschappen di Batavia dan menjadi bagian dari koleksi Museum Nasional di Jakarta.(*/TRIBUNBATAM.id/MUHAMMAD ILHAM)

BACA JUGA BERITA TERKINI TRIBUNBATAM.id di GOOGLE NEWS, klik di sini

Sumber: Tribun Batam

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved