WISATA BINTAN

Masih Lesu, Dispar Bintan Harapkan Wisata Lokal Dongkrak Perekonomian Kepawarisataan

kondisi  Wisata di Bintan hingga saat ini ditengah pandemi Covid-19 masih sama seperti tahun 2020. Yakni masih memprihatinkan

Editor: filemon halawa
Instagram/yayamohammad
(ilustrasi) Lagoi Bay Bintan. 

BINTAN, TRIBUNBATAM.id - Awal tahun pada Bulan Januari 2021,  kondisi  Wisata di Bintan hingga saat ini ditengah pandemi Covid-19 masih sama seperti tahun 2020. Yakni masih memprihatinkan.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Bintan, Wan Rudi saat di konfirmasi Tribun, Jumat (29/1/2021). "Kalau kondisi wisatawan kita di awal tahun 2021 masih sama seperti tahun 2020 lalu dan masih memprihatinkan,"katanya.

Baca juga: Desa Wisata Ekang Anculai di Bintan Dapat Pujian Sandiaga Uno, Ternyata Keindahannya Bak Surga Dunia

Lanjut Wan Rudi  walaupun demikian, Dispar Bintan dan sejumlah pengusaha di Bidang Pariwisata,khususnya di Kawasan Wisata Lagoi  masih terus berusaha untuk menghidupkan kunjungan wisatawan di Bintan.

Salah satunya menggait wisatawan Domestik, karena Wisatawan Internasional untuk saat ini masih belum bisa. "Jadi saat ini kita masih fokus dengan  wisatawan domestik.Karena itu memang yang saat ini arahan dari Kementrian,"tuturnya.

Wan rudi menuturkan, untuk meningkatkan kunjungan wisatawan Domestik di Bintan,pihaknyavmelakukan upaya-upaya kegiatan marketing untuk wisatawan lokal.

Salah satunya melalui kegiatan-kegiatan seperti pameran dan bazar-bazar Pariwisata."Nanti Isyallah kalau tidak ada kendala tanggal 5 dan tanggal 7 Februari 2021 akan kita gelar bazar pariwisata di Mega Mall, Batam dalam rangka untuk menggait wisatawan Domestik, khususnya pasar Batam ke Bintan,"tuturnya.

Lanjutnya,karena memang pasar Batam ini untuk di Kepri dan Bintan itu cukup berpotensi."Sebab biaya transportasinya murah tapi punya potensi pembeli yang cukup besar.Makanya kita coba di Batam,"ujarnya.

Baca juga: Lagoi Bay, Destinasi Wisata Populer di Bintan, Tawarkan 50 Spot Foto Terbaik Untuk Pengunjung

Sedangkan untuk di luar daerah seperti Jakarta, Jawa dan lainya pihaknya melakukan promosi wisata lagoi lewat online, Twitter,Facebook dan lainya.

Namun,dengan kondisi kasus covid-19 di luar Daerah seperti Jakarta,Jawa dan lainnya cukup tinggi itu yang menjadi hambatan saat ini."Terutama masalah menyangkut PSBB di Jakarta, Bandung dan jawa itu sangat berdampak bagi pasar kita kedepan,"paparnya.

Kemudian, yang kedua kondisi penerbangan  menyangkut masalah pesawat Sriwijaya ini juga menjadi hambatan dan pengaruh dalam sisi pemasaran transportasi.

Soalnya orang  di Jakarta dan lainya itu banyak menjadi enggan bepergian karena sedikit trauma untuk menaiki pesawat. "Maka dari itu untuk wisatawan Domestik untuk saat ini kita fokuskan  lewat pasar Batam dulu yang kita gait, karena pasar Batam sangat berpotensi dan biaya transportasi murah  dan kasus Covid-19 disana juga tidak terlalu tinggi,"terangnya.

Wan Rudi juga menuturkan, tetap mengupayakan membuka pintu pasar luar negeri untuk kunjungan wisatawan di Bintan. "Nah kemarin ketika pak Menpar Sandiaga Uno kemari saya menyampaikan harapan untuk membuka pasar luar negeri ke Bintan, khususnya Singapura,"tuturnya.

Baca juga: Jadi Kolam Renang Air Asin Terbesar di Asia Tenggara, Begini Keunikan Treasure Bay Bintan

Dimana nanti membuka kerjasama antara Indonesia dengan Singapura dengan menerapkan Green Babble Protokol kesehatan  lewat Kemenpar RI. "Supaya kawasan bintan itu nanti ada zona-zona yang khusus untuk wisatawan Internasional yang masih terbatas pada jumlahnya untuk orang asing,"terangnya.

Lanjutnya,Kemenpar hari ini juga sedang rapat membahas hal itu, untuk mengupayakan supaya Bintan itu bisa menjadi zona green bubble protokol untuk wisatawan Singapura dengan jumlah kunjungan wisatawan yang memang terbatas karena covid-19 masih ada.

"Nanti kita juga akan melakukan upaya-upaya seperti mengajukan permohonan kepada kementrian pariwisata untuk diajukan ke Singapura,"tuturnya.

Disamping itu,Group General Manager Bintan Resort Cakrawala, Abdul Wahab menuturkan adapun upaya PT. BRC sebagai pengelolah tempat wisata di Lagoi jauh-jauh hari sudah menerapkan protokol kesehatan di sejumlah titik di kawasan Lagoi.

Pihaknya juga saat ini telah  mempersiapkan Lab PCR untuk tamu dan karyawan dalam hal penanganan Covid-19. Tidak hanya itu, pihaknya juga mengajukan kepada Pemerintah Daerah agar karyawan di kawasan Wisata Lagoi mendapatkan vaksin untuk mendukung imun karyawan di ataupun staft.

"Terkait hal ini kita juga sudah sampaikan kepada pak Kemenpar Sandiaga Uno,"ungkapnya. Wahab juga menyebutkan, apabila nanti Pemerintah tidak dapat memfasilitasi vaksin gratis untuk karyawan ataupun staft di kawasan Lagoi.

Baca juga: Marriott Hotel Harbour Bay Resmi Dibuka di Batam, Berikut Fasilitas Hotel Bintang 5 Ini

Pihak BRC dan sejumlah resort juga akan mengajukan kepada Pemerintah supaya untuk boleh melakukan sendiri  vaksin. "Soalnya dengan cara ini, setidaknya kita dapat meyakinkan kepada Singapura dan Wisatawan Domestik bahwa kita memang betul-betul melayani sesuai dengan protokol kesehatan yang ketat dan skala nasional,"ungkapnya.

Wahab juga menambahkan, adapun upaya dari BRC sendiri untuk menarik wisatawan Domestik salah satunya dengan melakukan promosi-promosi.

"Salah satunya kita mendatangi intansi-intansi seperti industri untuk mempromosikan kawasan wisata lagoi. BRC sebagai pengelolah juga bekerjasama dengan semua resort-resort yang ada di lagoi untuk sama-sama mempromosikan,"tutupnya.(als)

(Tribunbatam.id/Alfandi Simamora)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved