WISATA BATAM

Miliki 240 Pulau hingga Objek Wisata Tersohor, Berikut Pesona Kabupaten Bintan Untuk Pelancong

Kabupaten Bintan populer bagi wisatawan domestik dan asing akan panorama alam yang memukau. Intip pesona Kabupaten Bintan bagi para pelancong.

Editor: Putri Larasati
Instagram/treasurebaybintan.official
Treasure Bay Bintan. 

Editor: Putri Larasati Anggiawan

TRIBUNBATAM.id, BINTAN - Bintan masuk kedalam daftar salah satu dari 7 Kota dan Kabupaten di Kepulauan Riau.

Kabupaten Bintan populer bagi wisatawan domestik dan asing akan panorama alam yang memukau.

Ya, pasalnya sejumlah objek wisata yang tersohor hingga ke mancanegara hadir di Bintan.

Dulunya, Bintan bernama Kabupaten Kepulauan Riau.

Namun, namanya kemudian diubah menjadi Kabupaten Bintan agar tidak timbul kerancuan antara Provinsi Kepulauan Riau dan Kabupaten Kepulauan Riau dalam hal administrasi dan korespondensi.

Memiliki luas 88.038,54 Km² , kabupaten ini beribukota di Bandar Seri Bentan.

Baca juga: HARI Pertama Singapura Buka Pintu, Begini Suasana di Pelabuhan Batam Center 

Beberapa objek wisata populer di Bintan yang banyak dikunjungi oleh wisatawan luar Bintan adalah Gurun Pasir Bintan, Lagoi Bay, Treasure Bay, hingga berbagai resort yang menawarkan panorama eksotis.

Sejarah

Melansir situs resmi Kabupaten Bintan, Kabupaten Bintan yang sebelumnya bernama Kabupaten Kepulauan Riau telah dikenal sejak beberapa abad silam.

Wilayahnya mempunyai ciri khas, yakni terdiri dari ribuan pulau besar dan kecil yang tersebar di Laut Cina Selatan dengan julukan Kepulauan Segantang Lada.

Pada kurun waktu 1722-1911, terdapat dua Kerajaan Melayu yang berkuasa dan berdaulat yaitu Kerajaan Riau Lingga dengan pusat kerajaan di Daik dan Kerajaan Melayu Riau di Pulau Bintan.

Jauh sebelum ditandatanganinya Treaty of London, kedua Kerajaan Melayu tersebut dilebur menjadi satu sehingga menjadi semakin kuat.

Wilayah kekuasaannya pun tidak hanya terbatas di Kepulauan Riau saja, tetapi telah meliputi daerah Johor dan Malaka (Malaysia), Singapura dan sebagian kecil wilayah Indragiri Hilir.

Pusat kerajaannya terletak di Pulau Penyengat dan menjadi terkenal di Nusantara serta kawasan Semenanjung Malaka.

Setelah Sultan Riau meninggal pada tahun 1911, Pemerintah Hindia Belanda menempatkan amir-amirnya sebagai Districh Thoarden untuk daerah yang besar dan Onder Districh Thoarden untuk daerah yang agak kecil.

Pemerintah Hindia Belanda akhirnya menyatukan wilayah Riau Lingga dengan Indragiri untuk dijadikan sebuah keresidenan yang dibagi menjadi dua Afdelling yaitu:

1. Afdelling Tanjungpinang yang meliputi Kepulauan Riau–Lingga, Indragiri Hilir dan Kateman yang berkedudukan di Tanjungpinang dengan seorang Residen sebagai penguasa.

2. Afdelling Indragiri yang berkedudukan di Rengat dan diperintah oleh Asisten Residen (dibawah) perintah Residen.

Pada 1940 Keresidenan ini dijadikan Residente Riau dengan dicantumkan Afdelling Bengkalis (Sumatera Timur) dan sebelum tahun 1945–1949 berdasarkan Besluit Gubernur General Hindia Belanda tanggal 17 Juli 1947 No. 9 dibentuk daerah Zelf Bestur (daerah Riau).

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved