WISATA BATAM

Wisata di Akhir Pekan, Begini Sensasi Rekreasi dan Olahraga di Dataran Engku Putri Batam

Untukmu yang kesulitan mencari tempat bersantai, Dataran Engku Putri bisa dijadikan pilihan. Selalu ramai saat weekend, terutama untuk berolahraga.

Editor: Putri Larasati
Instagram/inasilastan
Warga Batam melihat gerhana matahari cincin di Dataran Engku Putri. 

Editor: Putri Larasati Anggiawan

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Untukmu yang kesulitan mencari tempat bersantai, Dataran Engku Putri bisa dijadikan pilihan.

Ya, warga Batam biasanya menggelar aktivitas wisata dan olahraga di Dataran Engku Putri.

Umumnya saat weekend, warga Batam akan memadati Dataran Engku Putri untuk sekedar bersantai.

Kawasan Engku Putri merupakan pusat pemerintahan kota Batam.

Beberapa gedung pemerintahan seperti kantor walikota, kantor DPRD, kantor BP Batam, dan kantor penting lainnya ada di kawasan ini.

Adapun untuk jalan Engku Putri sendiri terbagi menjadi beberapa ruas jalan, yakni jalan Engku Putri, jalan Engku Putri Timur, dan jalan Engku Putri Utara.

Baca juga: Bawaslu Batam Kaji Laporan terkait Calon Wali Kota Batam HM Rudi, Akan Lanjut atau Dihentikan

Selain itu, kawasan Engku Putri yang terletak di Batam Center ini juga menjadi salah satu pusat kota yang banyak dikunjungi warga.

Hal ini lantaran di kawasan ini terdapat beberapa destinasi wisata urban Batam seperti Monumen Welcome To Batam, Masjid Raya Batam, hingga Dataran Engku Putri yang merupakan alun-alun kota Batam.

Setiap minggu pagi, Dataran Engku Putri Batam Center akan dipenuhi oleh masyarakat yang menghabiskan akhir pekannya untuk jogging.

Sejarah Nama Engku Putri 

Melansir situs resmi Media Center Batam, sejarah mencatat bahwa Engku Putri (Raja Hamidah) adalah putri dari Raja Syahid Fisabilillah Marhum Teluk Ketapang Yang Dipertuan Muda Riau IV- Yang termahsyur sebagai pahlawan Riau dalam menentang penjajahan VOC/Belanda.

Engku Putri memiliki peran besar dalam pemerintahan Kerajaan Riau.

Selain memegang regalia (alat-alat kebesaran kerajaan), beliau adalah Permaisuri Raja Mahmud Syah Marhum Besar dan tangan kanan Raja Jaafar Yang Dipertuan Muda Riau VI.

Sebagai pemegang regalia kerajaan, ia sangat berperan dalam penabalan (pelantikan) Sultan. Karena, proses penabalan tersebut menggunakan regalia kerajaan.

Untuk mempererat tali silahturahmi antara Kerajaan di Riau, Engku Putri pernah melakukan kunjungan ke beberapa daerah seperti Sukadana, Mempawah (Kalimantan) dan lain-lain.

Putri dari Raja Ali Haji dari istrinya yang bernama Raja Perak binti Yang Dipertua Muda Riau III Daeng Kamboja ini, merupakan istri ke empat yang dipersunting Raja Mahmud Syah pada tahun 1803 M.

Sebagai mas kawin dari suaminya Raja Mahmud Syah Marhum Besar, Engku Putri diberikan Pulau Penyengat sekitar tahun 1801-1802 M.

Awalnya, Pulau Penyengat berfungsi sebagai kubu/benteng yang dipakai Raja Ali Haji dengan Raja Fisabilillah dalam melawan perang dengan Belanda.

Abad ke-19, Pulau tersebut diserahkan ke Engku Putri.

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved