WISATA BATAM

Menjelajahi Wisata Ex Camp Vietnam di Pulau Galang, Jadi Saksi Pilu Krisis Kemanusiaan

Ketika mengunjungi Batam, sederet destinasi wisata populer wajib kamu kunjungi seperti Ex Camp Vietnam di Pulau Galang. Begini sejarahnya.

Editor: Putri Larasati
Tribun Batam
Camp Vietnam di Batam 

Guna memenuhi kebutuhan logistiknya, PBB secara rutin menyediakan sembilan bahan pokok (sembako) melalui para petugas.

Adnan menyatakan, alhasil camp berlangsung selama 16 tahun lamanya sejak 1 Januari 1980 sampai 3 September 1996.

Selama camp itu berlangsung, PBB juga menyediakan program pelatihan bahasa dan keterampilan yang dapat diikuti para pengungsi sebagai modal untuk mencari penghidupan lain yang lebih layak di luar camp pengungsian.

Menjelang akhir masa pengungsian, ada dua peluang yang menunggu para pengungsi Vietnam kala itu.

Pertama, pengungsi dapat mencari kehidupan baru di luar negeri, atau pulang kembali ke negara asalnya Vietnam.

Pada saat itu, sekitar tahun 1990-an, negara Vietnam telah siap menerima kembali kedatangan warga negaranya yang mengungsi.

Sementara itu, para pengungsi dengan usia produktif, memiliki keterampilan dan sehat secara jasmani dan rohani diperbolehkan bekerja di luar negeri seperti Amerika, Hongkong, Filipina, dan Malaysia.

"PBB membagikan perangko-perangko kepada para pengungsi, dan mendorong agar mereka berkirim surat ke luar negeri. Ada yang mencari sanak keluarganya, ada pula yang korespondensi dan mencari kesempatan kerja di luar negeri," jelas Adnan.

Alhasil, setelah belasan tahun, proses pemulangan pengungsi pun dilakukan.

Saat itu, aktivitas di camp Vietnam ditutup, hingga di tahun 2000, lahan ini dibuka kembali sebagai tempat wisata yang dikelola oleh BP Batam.

Sebagian bekas pengungsi Vietnam yang dikenal Adnan sekarang sudah tersebar di luar negeri.

Ada yang pindah ke kampung halamannya di Vietnam, dan beberapa pula telah memulai kehidupan baru di negara-negara lain.

Seolah ingin terus mengenang perjuangan di masa lalu, sebagian bekas pengungsi tersebut juga sempat menggelar reuni di kawasan wisata ex Camp Vietnam, contohnya, pada tahun 2005, reuni dihadiri sekitar 480 ex pengungsi Vietnam, dan di tahun 2019 dihadiri sekitar 230 lebih ex pengungsi.

"Mereka terharu sekali, ingin membangkitkan kembali kenangan tentang bagaimana perjuangan mencari kehidupan layak di Pulau Galang ini. Setiap ke sini, mereka tidak ingin menginap di hotel. Malah ada yang meminta didirikan wisma di sekitar lokasi ex Camp Vietnam ini, untuk tujuan reuni," tambah Adnan.

(TRIBUNBATAM.id/Hening Sekar Utami)

Baca juga: Kapolsek KKP Batam Berganti, AKP Budi Hartono Gantikan AKP Syaiful Badawi

Baca juga: Wacana Pelabuhan Batam Jadi Green Port Berstandar Internasional, Unhan Kunjungi BP Batam

Baca juga: 70 Applicants In a Day, Batam Immigration Still Serves Passport Processing in the Midst Covid-19

Sumber: Tribun Batam

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved