WISATA BATAM

Menjelajahi Wisata Ex Camp Vietnam di Pulau Galang, Jadi Saksi Pilu Krisis Kemanusiaan

Ketika mengunjungi Batam, sederet destinasi wisata populer wajib kamu kunjungi seperti Ex Camp Vietnam di Pulau Galang. Begini sejarahnya.

Editor: Putri Larasati
Tribun Batam
Camp Vietnam di Batam 

Selanjutnya di tahun 1978, keadaan ini pun dilaporkan ke Pemerintah Pusat, yang saat itu masih dipimpin oleh Presiden Soeharto.

Soeharto kemudian langsung memerintahkan dibangunnya camp tahap dua di Pulau Galang, Kepulauan Riau.

Kala itu, Pulau Galang masih dianggap sebagai pulau kosong tak berpenghuni.

Namun nyatanya saat itu, Pulau Galang telah ditinggali oleh beberapa warga asli yang kemudian dipindahkan ke Sembulang guna menghindari percampuran antara pengungsi Vietnam dan warga lokal.

"Rata-rata para pengungsi itu memiliki dua motif melarikan diri dari Vietnam, yaitu pertama menghindari perang, kedua ingin mencari penghidupan yang layak. Latar belakang pengungsi itu pun bermacam-macam, ada yang rakyat biasa, dokter, profesor, bahkan tentara," jelas Adnan.

Lokasi Pulau Galang saat itu dipilih karena dianggap strategis, dan terdapat sumber air, yaitu Sungai Gong, yang dapat memenuhi kebutuhan air bagi ribuan pengungsi.

Luas camp pada saat itu mencapai 80 hektar, dan pembangunan fasilitasnya didanai oleh Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).

"Di sini kami merawat pengungsi dengan adil dan tanpa kekerasan," ujar Adnan, sembari menunjukkan sebuah maket yang menggambarkan peta seisi camp Pulau Galang.

Di 80 hektar lahan pulau ini, pada masa berdirinya camp Vietnam, dibangun berbagai fasilitas berupa Pelabuhan, perumahan pengungsi, gereja, sekolah, jaringan perairan, hingga akses jalan yang memadai.

Oleh karena lengkapnya fasilitas di Pulau Galang, para pengungsi yang sempat ditampung di Tanjung Uban, dan pulau-pulau lainnya pun dipindahkan ke Pulau Galang.

Sumber: Tribun Batam

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved