WISATA BATAM

Terkenal hingga Singapura, Begini Kelezatan Ketam Renjong di Pinggir Pantai Terih Batam

Kampung Terih juga dikenal dengan kelezatan wisata kulinernya. Icip kelezatan menyantap Ketam Renjong di Pinggir Pantai Terih Batam.

Editor: Putri Larasati
Instagram/wawan.tep
Ilustrasi ketam di Batam. 

Editor: Putri Larasati Anggiawan

TRIBUNBATAM.id,BATAM - Ketika mendengar nama Kampung Terih, maka identik dengan wisata pedesaan di pesisir pantai yang masih asri.

Namun ternyata, Kampung Terih juga dikenal dengan kelezatan wisata kulinernya.

Terutama untuk ragam panganan laut yang sayang untuk dilewatkan warga Batam.

Karena letaknya yang berada persis di pinggir laut, tak heran jika kuliner olahan seafood sangat mudah ditemukan di sini.

Jangan bayangkan makan seafood di restoran mewah bila ingin berkunjung ke sini.

Sebab, Kampung Terih sangat sederhana.

Baca juga: Tampilkan Life Akustik, Inilah 4 Foodcourt di Sekitar Nagoya Batam Untuk Wisata Kuliner

Hanya warung-warung kecil milik warga setempat yang bisa kamu temukan sebagai tempat makan.

Warung-warung tersebut berupa pondok sederhana yang dibuat lesehan, sehingga tidak memerlukan kursi.

Sebagian lainnya berupa kursi dan meja yang diletakkan di bawah rindangnya pepohonan agar pengunjung yang duduk tak kepanasan.

Nuansa inilah yang justru memberikan pengalaman berbeda dan sulit ditemukan di tempat lain.

Meski sederhana, olahan seafood dari Kampung Terih sudah terkenal hingga ke negeri jiran seperti Malaysia dan Singapura.

Nunung, pengelola Kampung Terih mengatakan, tak sedikit wisatawan asing yang datang secara rombongan ke sini hanya untuk menyantap lezatnya seafood Kampung Terih, terutama Ketam Renjong.

"Biasanya kan kita data pengunjung yang datang. Rata-rata paling banyak dari Malaysia. Dan mereka datang khusus untuk makan ketam di sini" jelas Nunung.

Ketam Renjong sendiri adalah kepiting rajungan yang biasa hidup di laut.

Jenis kepiting ini sangat mudah ditemukan dan hidup di perairan pantai Terih.

Saking melimpahnya, penduduk Kampung Terih bisa memanen kepiting ini 2 kali dalam sehari.

Salah satu warung ketam yang cukup populer di sini adalah warung ketam Mak Biah.

Kepiting.
Kepiting. (TRIBUNBATAM/MONA ANDRIANI)

Letaknya berada persis di pinggir pantai, tepatnya dekat dermaga kayu di sisi sebelah kanan pantai.

Warung ini menyediakan olahan ketam saos dan lada hitam.

Ketam akan dipotong dan dibersihkan kotorannya sebelum direbus.

Setelah direbus, barulah ketam siap ditumis dengan bumbu, baik bumbu masak saus sambal maupun lada hitam.

Tak lupa ditambahkan telur saat menumis bumbu agar lebih gurih dan kental.

Karena ketam yang dimasak adalah ketam hasil tangkapan baru, citarasa dagingnya lebih legit dan segar.

Harga olahan ketam ini dibanderol mulai dari Rp 35 ribu saja per porsinya.

Selain ketam, di sini juga tersedia olahan seafood lain seperti udang, sotong, hingga ikan.

Untuk pelengkapnya, ada pula aneka sayuran seperti cah kangkung dan pucuk daun ubi.

Menyantap ketam di pinggir laut lengkap dengan semilir angin pantai mempunyai sensasi kenikmatan tersendiri.

Apalagi ditambah keramahan warga lokal yang hangat, suasana makan menjadi lebih nikmat dan nyaman.

Bila ingin berkunjung, kamu bisa datang ke Kampung Terih yang terletak di kelurahan Sambau, kecamatan Nongsa, Batam. (tribunbatam.id/widiwahyuningtyas)

Baca juga: BERSIAP Sambut Kedatangan Wisatawan Mancanegara, Kemenpar Bersih-Bersih Tempat Wisata di Batam

Baca juga: PLN Batam Raih Penghargaan TOP GRC Awards Untuk Pertama Kalinya

Baca juga: Covid-19 Beats MSMEs in Batam, Demand Has Dropped Since Tourism Plummeted

 

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved