WISATA BATAM

Pesona Tugu Gasing di Batam Centre, Mengenal Permainan Warisan Budaya Bumi Melayu

Untukmu yang tinggal atau kerap berpergian ke Batam Centre, tentu tak asing dengan tugu gasing. Mari mengenal permainan yang jadi warisan bumi Melayu.

Editor: Putri Larasati
Disbudpar Batam
Mengenal permainan Gasing, warisan budaya tak benda dari bumi Melayu. 

Editor: Putri Larasati Anggiawan

TRIBUNBATAMTRAVEL.com, BATAM - Untukmu yang tinggal atau kerap berpergian ke Batam Centre, tentu tak asing dengan tugu gasing.

Ya, tugu satu ini terinspirasi dari permainan gasing yang sudah menjadi warisan kebudayaan Melayu.

Permainan gasing populer dikalangan anak-anak hingga dewasa di Indonesia.

Di Kota Batam gasing juga dikenal.

Setiap tahun Pemerintah Kota (Pemko) Batam menggelar atraksi permainan gasing pada saat Kenduri Seni Melayu (KSM).

Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Muhammad Zen mengatakan gasing telah dikenal di kancah nasional dan internasional.

Populer di Batam dan Bintan, Yuk Mengenal Seni Teater Tradisional Melayu Mak Yong!

Untuk Provinsi Kepri hampir seluruh kota dan kabupatennya memainkan gasing.

Diantaranya Batam, Natuna, Karimun dan Tanjung Pinang. Setiap daerah memiliki cara berbeda dalam memainkan gasing ini.

“Cara memainkannya berbeda, di Natuna permainan gasing dilakukan dengan cara diputar kemudian diletakkan di atas kaca berukuran 40 centimeter kali 40 centimenter dan bertandingnya siapa yang paling lama bertahan,” katanya bertempat di Kantor Disbudpar Kota Batam, Batam Centre, Selasa (4/8).

Zen menjelaskan, untuk Kota Batam, Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Karimun cara memainkannya, uri atau memutar gasing dengan tidak menggunakan alas langsung di tanah.

Kemudian setelah uri gasing yang berhenti duluan, gasing tersebut akan dipangkah oleh gasing lainnya.

Gasing merupakan permainan tradisional orang Melayu sejak dahulu kala.

Tugu Gasing di Batam Centre.
Tugu Gasing di Batam Centre. (Disbudpar Batam)

Gasing terbuat dari kayu stigi yang tumbuh di batu.

Kayu ini bertekstur keras dan cocok untuk dibuat gasing, namun kayu ini susah didapat.

Kemudian kayu Asam juga biasa digunakan untuk membuat gasing karena mudah didapat.

“Kayu Lebam juga bisa, biasanya digunakan untuk membuat gasing anak-anak, karena dahulu setiap mau main gasing, baru dibuat dulu gasingnya,” terangnya.

Cara membuatnya, kayu dikikis menjadi bentuk gasing.

Untuk talinya dulu berasal dari kulit pohon Bebaru yang tumbuh di pantai, namun sekarang tali gasing bisa digunakan dengan tali nilon. Panjang tali sekitar satu meter.

Permainanan gasing terus berkembang hingga sekarang. Gasing dibentuk bulat dan memiliki tiga bagian penting, yakni kepala, badan kemudian ujung bawa gasing.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved