WISATA BATAM

Menelusuri Cagar Budaya di Pulau Buluh, Punya Situs Tua Buatan Pengusaha Kaya Singapura?

Sederet cagar budaya tersebar di Kota Batam, Kepulauan Riau. Di Pulau Buluh sendiri terdapat tiga cagar budaya, diantaranya sumur atau perigi tua.

Editor: Putri Larasati
Disbudpar Batam
Salah satu cagar budaya di Pulau Buluh yang diperhatikan Disbudpar Batam. 

Editor: Putri Larasati Anggiawan

TRIBUNBATAMTRAVEL.com, BATAM - Sederet cagar budaya tersebar di Kota Batam, Kepulauan Riau.

Terbaru, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam dikabarkan akan mendata ulang cagar budaya tersebut.

Setiap cagar budaya di Batam akan didaftarkan ke Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman.

Kepala bidang kebudayaan Disbudpar Kota Batam, M. Zen menyampaikan sebanyak 21 cagar budaya ada dalam catatan Disbudpar Kota Batam saat ini, diantaranya berada di Kecamatan Bulang tepatnya Pulau Buluh.

Di Pulau Buluh sendiri terdapat tiga cagar budaya, diantaranya sumur atau perigi tua, sedalam 7 meter.

Sumur ini mewakili situs tertua yang masih dapat dideteksi jejaknya di pulau bersejarah.

Pesona Dataran Engku Hamidah di Malam Hari, Sediakan Spot Foto Berupa Terowongan Lampu

Situs ini berdiameter 1,6 meter.

Susunan batu batanya masih bertuliskan Batam Brick works, produksi pabrik batu bata pertama di Batam yang didirikan oleh Raja Ali Kelana bersama seorang pengusaha kaya dari Singapura bernama Ong Sam Leong, pada sekitar tahun 1898 silam, ujarnya saat mengunjungi lokasi cagar budaya di Pulau Buluh, Rabu (15/7).

Kemudian Masjid dan Makam Tua.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved