WISATA BATAM

Habis Terjual hingga 100 kg Per Hari, Coba Kelezatan Ikan Asap Oleh-Oleh Khas Natuna

Warga Natuna punya ikan asap, yakni ikan Salai, ikan yang berjenis tongkol di asapin hingga kering sehingga tidak lagi amis. Cocok untuk oleh-oleh.

Editor: Putri Larasati
Instagram/kuliner_with_mark
Ilustrasi ikan asap. 

TRIBUNBATAMTRAVEL.id - Setelah mencicipi ragam wisata kuliner terbaik Natuna, pasti kamu berpikir untuk membawa oleh-oleh yang pas untuk diberikan kepada keluarga.

Membawa oleh-oleh berupa makanan menjadi sala satu cara kamu untuk membagikan cerita tentang Natuna.

Apalagi Natuna dikenal dengan keindahan alam dan hasil lautnya, membuat orang berpikir tentang ikan segar.

Berbagai ragam kuliner bisa kamu jadikan untuk oleh-oleh dari Natuna seperti Kernas, Lemper, Calok, Table Mando, Pedek, Kuah Tige.

Namun tidak kalah menarik ada ikan asap.

Warga Natuna menyebutnya ikan Salai, ikan yang yang berjenis tongkol di asapin hingga kering sehingga tidak lagi amis.

Ikan Asap Natuna.
Ikan Asap Natuna. (Tribunbatam.id/bereslumbantobing)

Suguhkan View Eksotis, Kunjungi Wisata Geopark Nasional Tanjung Datuk di Natuna

Untuk harga terbilang murah, pedagang menjualnya seharga Rp. 25.000 per ekor.

Anda tidak akan sulit mencarinya, jika sudah tiba di kota Ranai, Natuna hal pertama yang dapat dilihat di sepanjang pinggir jalan akan terlihat pedagang dengan kepulan asap.

Zahra (48) seorang pedagang ikan asap menyebutkan ikan salai menjadi oleh-oleh andalan warga Natuna.

"Setiap orang yang berkunjung ke Natuna, pulangnya pasti bawa oleh-oleh ikan salai," ujar Zahra, Rabu (19/02/2020).

Sembari mengasapi ikan dagangannya, Zahra menyebutkan ikan asap dagangannya kerap terborong habis oleh pelanggan.

"Sehari itu mau terjual 30 hingga 100 kg. Kadang ada yang tidak sampai kebagian.

Untuk jenis ikan yang saya asapi lebih banyak ikan tongkol walau kadang-kadang ada sotong, ikan manyu dan hasil laut lainnya. Tergantung pesanan lah," ujarnya.

Untuk lama mengasapi ikan, ikata Zahra butuh waktu 2 hingga 3 jam.

"Sekali mengasapi bisa 30 kg," katanya.

Bahkan untuk rasa ikan asap, lanjut dia berbeda beda tergantung bagaimana cara pedagang membuat bumbunya.

"Sebelum saya asapi saya beri bumbu kunyit, bawang dan kemiri terlebih dahulu baru diasapi sampai kering," ujar Zahra.

Dikatakan Zahra 5 tahun buka usaha dagangan ikan asap, hasil penjualan setiap harinya berbeda beda.

"Kemarin pas pemulangan WNI yang menjalani masa observasi pesanan ikan asap meningkat sampai 150 kg dalam sehari ," cetusnya.

Untuk pasokan ikan tongkol yang diasapi, Zahra menyebutkan mengambil dari agen Rp. 30.000 per kg.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved